Bersiap Menyambut Ramadhan

 

Seluruh puji untuk allah yang telah mengutus rasul-nya dengan petunjuk dan juga agama yang benar. salawat dan juga salam mudah-mudahan tercurah kepadanya, keluarganya, para teman-temannya, dan juga segenap pengikut setia seluruh puji untuk allah yang telah mengutus rasul-nya dengan petunjuk dan juga agama yang benar. salawat dan juga salam mudah-mudahan tercurah kepadanya, keluarganya, para teman-temannya, dan juga segenap pengikut setia mereka sampai kiamat datang. amma ba’du.

 

bulan ramadhan tidak lama lagi datang di hadapan kita. bulan yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. bulan yang penuh dengan corak ibadah dan juga ketaatan; puasa, tilawah al-qur’an, sholat malam, majelis ilmu, nasehat, sedekah, dan juga kepedulian kepada orang-orang yang memerlukan. inilah salah satu fakta keelokan dan juga kesempurnaan ajaran islam. allah ta’ala berfirman (yang maksudnya), “pada hari ini saya sempurnakan untuk kamu agama kamu, saya telah cukupkan untuk kamu nikmat-ku, dan juga saya telah ridha islam bagaikan agama untuk kamu. ” (qs. al-maa’idah: 3) rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “islam dibentuk di atas 5 masalah: syahadat kalau tidak terdapat sesembahan yang benar tidak hanya allah dan juga muhammad merupakan utusan allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke baitullah, dan juga puasa ramadhan. ” (hr. bukhari dan juga muslim dari ibnu ‘umar radhiyallahu’anhuma)

Baca Juga :

Travel Umroh
Umroh Idul Fitri 2017

bulan ramadhan merupakan penggalan dari ekspedisi waktu yang allah mengadakan untuk hamba-hamba-nya. supaya mereka memakainya buat taat kepada-nya dan juga menghindari langkah-langkah setan yang terus berupaya buat mengelabui dan juga menjerumuskan mereka ke dalam neraka. allah ta’alaberfirman (yang maksudnya), “demi waktu. sebetulnya manusia betul-betul berposisi dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, silih menasehati dalam kebenaran dan juga silih menasehati dalam menetapi kesabaran. ” (qs. al-’ashr: 1-3)

 

puasa ramadhan merupakan penggalan dari keimanan. imam bukhari rahimahullah membikin bab di dalam shahihnya dengan judul ‘bab. puasa ramadhan karna mengharapkan pahala merupakan penggalan dari keimanan’ dalilnya merupakan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “barangsiapa yang berpuasa ramadhan karna iman dan juga mengharapkan pahala tentu bakal diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (hr. bukhari dan juga muslim dari abu hurairah radhiyallahu’anhu)

 

lezatnya ketaatan seseorang hamba yang menyadari kalau allah merupakan sesembahan-nya, islam bagaikan agamanya dan juga muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan rasul-nya tentu bakal merasakan lezatnya ketaatan dalam beribadah dan juga tunduk kepada syari’at-nya. ia tidak bakal terasa berat ataupun kecil tatkala wajib menunaikan perintah rabb alam semesta. rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “akan merasakan lezatnya iman, orang yang ridha allah bagaikan rabb, islam bagaikan agama, dan juga muhammad bagaikan rasul. ” (hr. muslim dari al-’abbas bin abdul muthallib radhiyallahu’anhu) allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang maksudnya), “tidaklah pantas untuk seseorang lelaki yang beriman ataupun wanita yang beriman, apabila allah dan juga rasul-nya telah menetapkan sesuatu masalah setelah itu mereka masih mempunyai opsi yang lain dalam urusan mereka. barangsiapa yang durhaka kepada allah dan juga rasul-nya begitu ia telah tersesat dengan kesesatan yang sangat nyata. ” (qs. al-ahzab: 36)

 

mengiringi amal salih dengan keikhlasan puasa ramadhan merupakan amal salih yang amat utama. terlebih lagi dia tercantum rukun islam. sedangkan amal salih tidak bakal bernilai di sisi allah bila tidak diiringi dengan keikhlasan. allah ta’ala berfirman (yang maksudnya), “maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan rabbnya hendaklah ia melaksanakan amal salih dan juga tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada rabbnya dengan suatu whatever. ” (qs. al-kahfi: 110) rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya tiap amalan itu dinilai dengan hasrat. dan juga untuk tiap orang apa yang ia niatkan. barangsiapa yang hijrahnya kepada allah dan juga rasul-nya hingga hijrahnya kepada allah dan juga rasul-nya. dan juga barangsiapa yang hijrahnya karna dunia yang mau ia peroleh ataupun perempuan yang mau ia nikahi hingga hijrahnya kepada apa yang ia niatkan. ” (hr. bukhari dan juga muslim dari ‘umar bin al-khaththab radhiyallahu’anhu)

 

melandasi amalan puasa dengan takwa takwa merupakan melangsungkan perintah allah dan juga meninggalkan larangan-nya. thalq bin habibrahimahullah mengatakan, “takwa merupakan kalian melaksanakan ketaatan kepada allah di atas sinar dari allah dengan mengharap pahala dari allah. dan juga kalian meninggalkan kemaksiatan kepada allah di atas sinar dari allah karna cemas terhadap hukuman allah. ” puasa bukan sekadar menahan lapar dan juga dahaga. lebih daripada itu, puasa merupakan ketundukan seseorang hamba terhadap rabb yang telah menghasilkan dan juga mengaruniakan seluruh berbagai nikmat kepada segala makhluk ciptaan-nya. allah ta’ala berfirman (yang maksudnya), “wahai umat manusia. sembahlah rabb kamu, yang telah menghasilkan kamu dan juga orang-orang saat sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa. ” (qs. al-baqarah: 21)

 

ibadah merupakan seluruh suatu yang dicintai dan juga diridhai oleh allah, berbentuk perkataan dan juga perbuatan, yang nampak ataupun yang tersembunyi. ibadah mempunyai 3 pondasi amalan hati, ialah cinta, harap, dan juga cemas. seseorang hamba yang beribadah kepada allah wajib menyertakan ketiga perihal ini dalam tiap ibadah yang dikerjakannya. beribadah kepada allah dengan cinta aja merupakan kekeliruan kalangan sufi. beribadah kepada allah dengan harap aja merupakan kekeliruan kalangan murji’ah. dan juga beribadah kepada allah dengan cemas aja merupakan kekeliruan kalangan khawarij.

 

oleh karena itu ketiga perihal ini wajib terdapat di dalam hati seseorang hamba tatkala beribadah kepada-nya. ibadah serupa inilah yang bakal diterima oleh allah. allah ta’ala berfirman tentang ibadah kurban (yang maksudnya), “tidak bakal hingga kepada allah daging-dagingnya maupun darahnya, bakal namun yang bakal hingga kepada-nya merupakan ketakwaan dari kamu. ” (qs. al-hajj: 37). melangsungkan puasa dengan sunnah nabi-nya ibadah kepada allah tidak bakal diterima bila tidak setimpal dengan syari’at-nya. dan juga bukanlah allah mensyari’atkan kecuali lewat perantara rasul-nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Allah ta’alaberfirman (yang maksudnya), “katakanlah: bila kamu betul-betul menyayangi allah hingga ikutilah saya, tentu allah bakal menyayangi kamu dan juga mengampuni dosa-dosa kamu. ” (qs. ali ‘imran: 31) rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini suatu yang bukan tercantum penggalan darinya hingga dia tentu tertolak. ” (hr. bukhari dan juga muslim dari ‘aisyah radhiyallahu’anha).

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *